Membebaskan Agama dari Negara dan sebaliknya

Blog EntryPuisi puisi viola dan untungSep 29, '08 7:24 PM
for everyone

Honey

 

Pernahkah kamu mendengar satu cerita

Tantang pria yang berdiri kaku di sebuah dinding gunung

Menunggu kekasihnya berkata sepatah saja

Kekasihnya hanya memandang dan membisu

 

Ketika musim dingin tiba keduanya membeku

Suatu saat satu musafir lewat dan memandangi dan

Berkata mereka telah berbuat sia sia

Hari berikutnya musafir lain memandangi

Dan berkata mengapa mereka melakukan itu

Hari berikutnya seorang musafir lain lewat tanpa memandang

Pada hari keempat seorang musafir memandangi

Dan berkata “dikaulah cinta sejati” dan menuliskan kata itu pada sebongkah batu

Pada hari kelima sepasang kekasih memandangi mereka

Tanpa bicara sampai hari berikutnya

Keduanyapun membeku.......

 


 To U

Selangkah menjauh..
Dari jejak diri sebelumnya
 
Sedetik demi sedetik berlalu
Memenuhi waktu yang tertunda
Menyongsong cahaya setelah sekian lama
Yang hanya pernah terlihat dari atas mimpi
Tanpa bisa merasakannya
Atau menyentuhnya
Yang biasanya akan berakhir di ujung malam
Berulang kali..
 
Namun harga yang harus kutebus adalah kerinduan yang cemas
Nafas yang seakan terlepas, sesak oleh rasa kehilangan sementara
Yang menakutkan
Bertahan dalam godaan
Berjuang dalam pertahanan diri
Dalam rasa ingin kembali yang tinggi
 
Perasaan ini jadi sendiri
Tak terbagi oleh tawa
Tak terpecah oleh canda
Tak terganggu oleh pesta
 
Terkurung dalam rindu yang panjang
Semakin dalam..
Rindu akan kasih dan cinta yang tertinggal
Menggugah sesal
Dan hanya bisa menggantungkan harapan



Blog EntryAncaman Pengangguran Sep 12, '08 7:09 AM
for everyone
Pengangguran adalah ancaman dalam waktu dekat ini, meski ia bukan kiamat dampaknya bisa dan telah kita rasakan. Kesemrawutan birokrasi, kemacetan di Jakarta, sampah yang menumpuk di kota, cuaca yang pengap, rumah tangga yang dirundung kemiskinan dan kekurangan, hilangnya rasa syukur, meningkatnya tingkat kejahatan adalah dampak yang telah dirasakan akibat pengangguran. Dimana mana kita lihat massa bergerombol, anak anak muda cangkruan....itulah pengangguran. Sebaiknya kita biarkan saja pengangguran itu karena kita memang tidak bisa berbuat apa apa!!!!!

Sampai ia menjadi penyakit kronis dan pada titik tertentu akan  membunuh siapa saja...

Blog EntryPuisi puisi Dik Viola dan Mas UntungSep 12, '08 6:49 AM
for everyone
Puisi Puisi Dik Viola
1.
Sesuatu yang akan meledak didadaku
Menyesakkan nafas..
Justru memaku langkahku disini
Sebelum pecah berkeping disudut hati
 
Karena bibir ini tak selentur yg kukira
Lidahku tak seringan yg kalian pinta
Mengacaukan ribuan keinginan
Tentang wajah yg ekspresif
Atau kata hiburan yg posesif
 
Aku tak cukup pintar utk melembutkan garis wajahmu
Atau memberi senyuman yang berwarna
Secepat jiwaku yang menghilang,lari dalam taburan gemintang

2.
Sepelan hembusan kabut langkahmu
Terlindung tembok kesendirian
 Menutupi hatiku utk merasakanmu
 
Hingga saat mentari membimbing auramu
Aku mulai simpati, melingkupi fantasi
Saling berkait dalam kekaguman yang mencipta mimpi
Lalu akupun terpaku..
Padamu..
Suaramu..
Pesonamu  yg mengunci kerinduan, dari hari kehari
Mengikat perasaan terharu, tersendu
Meluruhkan tirai keinginan untuk melindungimu
Dengan rasa memiliki yang sangat
 
Bagiku tak terduga
Bila aku berharap kau bahagia
Menuliskan masa depanmu , dalam sebuah skenario yg kukarang
Membangun cerita cintamu dalam keromantisan warna yg terang
 
Akankah suatu masa
Aku punya saat..
Untuk berbincang dan memberimu kenangan


Puisi Mas Untung
3.
Oh ...wajahmukah di bulan itu
semalaman aku memandangnya..ternyata ..memang wajahmu
tanpa lagu..hanya sunyi dan lirih suaramu
sekarang bulan masih sabit
tapi aku sudah menunggumu
berdiri sendiri di tepi sungai ...berbekal rindu...
mungkin sudah hampir membeku..dan membatu..

Mengiris hati tapi membuka lembar lembaran baru..
memaku aku pada sebongkah batu bertanda merah hati...
tak bisa bergerak..tak bisa bicara

4.
 
kemana harus aku layangkan jiwa ini
sekian lama mengendap  , dan membatu
kemana kucairkan kata ini
yang telah lama membisu

layar telah terkembang namun biduk masih tertambat
menunggu datang ombak ...kapan dia datang
kamu kah itu..yang membelah kerinduan
kamukah itu ..pelabuhan baru

suaramu mencipta mimpi baru
penamu menabur benih benih
kapankah kita tuai
sekarangkah, esokkah
tiada yang tahu
....................
ref: 

Blog EntryAliran SesatNov 21, '07 3:53 AM
for everyone
Siapakah yang menyesatkan anda? anda sendirikah?
Kepada siapa keyakinan dipertanggung jawabkan, kepada polisikah?, ulama kah?
Kepada siapa seorang bertobat?



Blog EntryMetamorfosis KapitalismeNov 21, '07 3:45 AM
for everyone
Ternyata kapitalisme tidak mati malah semakin membesar. Semakin besar serangan makan semakin baik pertahanan. Begitukah?

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.